BAJAWA, MillennialNews.id – Ngada merupakan salah satu kabupaten di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ibu kotanya Bajawa. Identik dengan kota dingin. Berkabut.

Di kabupaten ini terdapat sejumlah tempat wisata. Indah dan menarik. Memang sejak dulu Ngada terkenal dengan objek wisatanya yang sangat indah. Para wisatawan sudah akrab dengan pesona 17 Pulau di Riung, ataupun pernah menikmati indahnya Bukit Watunariwowo. Juga pesona negeri di atas awan Wolobobo, serta masih banyak tempat wisata di Ngada lainnya yang bikin susah move on jika sudah pernah menyambanginya.

Selain beberapa tempat wisata terkenal tersebut, di Ngada terdapat pula sebuah tempat wisata religi, yakni Taman Maria Ratu Semesta Alam Wolo Ataga’e.

Taman wisata ini terletak di atas perkampungan Beiposo, Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa. Jarak tempuh menuju tempat ini hanya memakan waktu sekitar 20-30 menit dari Kota Bajawa. Tentu dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Taman wisata religi ini terletak di atas bukit. Kita bisa menyaksikan pemandangan indah yang terhampar di bawahnya.

Dari taman ini kita juga bisa menyaksikan hamparan indah pesona Laut Flores. Nan eksotik, tak ada duanya. Hanya di Ngada. Suhu udara yang dingin dan segar membuat pengunjung betah saat berada di sana.

Taman ini dibangun 30 Mei 2014 lalu dan sekarang menjadi tempat destinasi wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

Ada dua tempat penting di taman ini, yakni sebuah patung Bunda Maria Ratu Semesta Alam setinggi 13 meter. Terdapat pula sebuah salib beserta patung pieta, tak jauh dari Patung Bunda Maria Ratu Semesta Alam

Tempat wisata rohani ini tak hanya untuk wisatawan Kristiani saja, tetapi terbuka untuk semua umat. Salah satu kekhasan kawasan ini adalah pesona sunset atau matahari terbenam yang sangat indah.

Sore hari seusai berdoa, biasanya warga menunggu sambil berselfie ‘berburu sunset’ untuk diabadikan.

Warga Kampung Beiposo, Epin, menyatakan setiap hari selalu ada warga yang datang ke taman itu. “Mereka datang berdoa. Setelah doa baru mereka menikmati suasana dengan berfoto-foto,” ujar Epin, Senin (20/7) dilansir Pos Kupang.

Epin mengatakan suasana saat hari libur dan minggu sangat ramai. Karena memang tempatnya sangat stategis. “Kalau Sabtu dan Minggu sangat ramai. Selama pandemi Covid-19 ini kurang banyak yang ke sana, mungkin kalau new normal sudah banyak lagi yang berkunjung,” ujarnya.

Pengunjung Tresia (21) mengaku datang ke taman itu sekitar pukul 16.00 Wita. Seusai berdoa dirinya bersama dua orang kawan, Maria dan Indri, langsung berselfie sambil menunggu sunset.

“Kalau sunset di sini sangat indah sekali. Pesona Teluk Aimere terlihat dari tempat ini. Kren sekali,” terang Tresia.

Ia mengagumi kawasan itu sangat unik dan menarik. Hampir tidak ada tempat lain seperti itu di NTT. “Mungkin hanya di Ngada,” tutur Tresia. Anda penasaran? (Pos Kupang)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment