AIMERE, Millennialnews.idBupati Ngada, Paulus Soliwoa melakukan peletakan batu pertama pembangunan Depo Pasir dan Dermaga Jetty di Desa Waesae Kecamatan Aimere, Sabtu (12/9/ 2020). Peresmian pembangunan ini sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani sebelumnya antara Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan Ir. Wayan Sukadana SH selaku Pemimpin Kantor Cabang PT Duta Karya Perkasa (PT DKP) NTT.

Hadir dalam peletakan batu pertama antara lain Ketua DPRD Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Kapolres Ngada AKBP Rio Cahyowidi, Dandim 1625 Ngada Letkol Czi Luqman Nur Hakim, Ketua Pengadilan Negeri Ngada Herbert Harefa, SH dan Pemimpin Cabang PT DKP, I Wayan Sukadana. Rangkain acara peletakan batu pertama tersebut diawali dengan ibadat pemberkatan batu oleh Pastor Paroki Aimere, RD. Yon Triyono.

Untuk diketahui, Depo Pasir dan Dermaga Jetty ini berlokasi di salah satu aset tanah Pemkab Ngada di Desa Waesae yang dipinjam pakai oleh Pemerintah Kabupaten Ngada kepada PT DKP selaku pihak pengelola. MoU telah dilakukan di Aula Rumah Jabatan Bupati Ngada, Jumat (7/8/2020).

Dilansir dari FloresPos, I Wayan Sukadana mengatakan bahwa PT DKP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tambang khusus galian C yang berkantor pusat di Jakarta dengan 9 cabang di seluruh Indonesia. NTT katanya, merupakan cabang ke-9. Di NTT, pihaknya memiliki 2 sub kantor cabang yang terletak di Sumba Barat Daya dan Ngada.

Bupati Paulus Soliwoa melakukan peletakan batu pertama pembangunan Depo Pasir dan Dermaga Jetty di Desa Waesae Kecamatan Aimere, Sabtu (12/9/ 2020).

Menurutnya, perusahan mereka bergerak dalam bidang investasi khususnya di pulau Flores dan Sumba. Pembangunan Depo Pasir dan Dermaga Jetty di Pantai Waesae, lanjutnya, merupakan rangkaian awal dari kegiatan investasi di Ngada yang dibangun pada lokasi tanah aset Pemda Ngada setelah memeroleh izin resmi dari Pemkab Ngada.

Depo dan Dermaga ini menjadi sentral untuk produksi pasir yang selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh NTT. Ia pun menegaskan bahwa Kabupaten Ngada harus bangga karena bisa mengekspor pasir ke luar Ngada. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pihak perusahaan telah melakukan penelitian terkait potensi galiar pasir di wilayah Ngada. Pasir saat ini menurutnya menjadi kebutuhan utama komponen dasar bangunan.

Kebutuhan akan pasir sangat besar tetapi tidak semua daerah memiliki potensi. Pasir adalah material sudah jadi yang kalau diolah dan dijual akan memiliki profit. Pasalnya, pasar pasir tidak akan hilang. Potensi pasir di Ngada sangatlah bagus hanya belum diolah secara baik untuk mendatangkan pendapatan asli daerah dan juga pendapatan masyarakat.

Lebih lanjut, katanya, pasir yang akan diolah ini akan didistribusikan melalui ekspedisi laut dengan menggunakan kapal tongkang. Oleh karena itu harus ada Dermaga Jetty untuk kapal tongkang yang akan mendistribusi pasir dalam wilayah NTT.

Pasir yang akan diolah oleh PT DKP berasal dari wilayah Kelitei dan Naru. Kualitas Galian pasir pada dua wilayah ini menurutnya sesuai sampel yang diambil memiliki kandungan tanah terbaik yaitu 0,5 dan kandungan besi yang luar biasa yakni 47, 8 persen. Karena itu atas nama Pemimpin Pusat PT DKP, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Ngada yang sangat mendukung kegiatan investasi ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment