Bajawa, MillennialNews.id — Publik Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) siap menggelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) untuk periode 2021-2026.

Bupati Ngada Paulus Soliwoa yang dilantik April 2019 akan mengakhiri masa jabatannya tahun depan, mengisi sisa jabatan yang ditinggalkan Marianus Sae (MS) akibat tersangkut masalah korupsi.

KPK menjerat MS, sosok Bupati populer di tanah air ini, awal 2018 karena menerima suap sebagai imbalan terkait bantuan sang bupati bagi Wilhelmus Iwan Ulumbu, presiden direktur PT Sinar 99 Permai (S99P), dalam memenangkan tujuh proyek konstruksi senilai lebih dari Rp50 miliar.

Tertangkapnya MS oleh KPK berakibat pada pupusnya niat MS dan pasangannya Emilia Julia Nomleni untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT tahun lalu.

Tahun depan adalah babak baru bagi publik Ngada mencari figur pemimpin, sementara sosok MS telah menjadi barometer berkat keberhasilan fenomenal membangun Ngada dalam dua periode memimpin.

Grup Facebook Ngada Bangkit, grup terbesar dengan jumlah anggota lebih dari 77,5 ribu anggota, berikut Gebrak Ngada, grup facebook terbesar kedua dengan anggota lebih dari 37 ribu, juga intens berdiskusi ihwal pemimpin baru bagi Ngada.

Tentu sebagian besar publik Ngada mengharapkan figur pemimpin baru serupa MS, apalagi kelompok muda atau milenial yang menaruh banyak harapan hidup di tanah Ngada.

Lothar IMateus Geu, admin Grup Ngada Bangkit, menulis bahwa kaum milenial Ngada prihatin dengan krisis kepemimpinan di Ngada pasca jatuhnya MS.

“Bagi saya Gregorius Upi Dheo (GUD) adalah representasi dari kerinduan anak muda Ngada untuk melibatkan diri dan mengambil bagian penting dalam memikirkan kemajuan Ngada yang lebih baik,” tulis Lothar IMateus Geu di laman facebook.

GUD adalah sosok pemimpin yang bisa mengeksekusi kebijakan strategis meski tidak populer. Pemimpin sebelumnya relatif lambat membuat keputusan misalnya terkait wacana relokasi pasar, perluasan wilayah perkotaan, terlantarnya eks Kampus Undana II (aset Pemda yang mesti dikelola).

GUD diyakini bisa jadi pemimpin Ngada yang berani ciptakan gebrakan baru, memanfaatkan pesatnya kemajuan teknologi informasi. “Kehadiran GUD adalah kerinduan generasi muda Ngada. GUD adalah “Kuda Hitam” Pilbup Ngada masa depan?” tulis Lothar IMateus Geu.

Kepemimpinan oleh orang muda biasanya dikaitkan dengan akselerasi, transparansi dan pemahamanan akan perkembangan teknologi dunia yang mumpuni. Orang muda diasosiakan dengan keluwesan, to the point dan anti-korupsi. Nilai-nilai ini yang membuat orang muda lebih bisa diandalkan jadi pemimpin.

Dalam wawancara dengan Redaksi eNBe Indonesia belum lama ini, GUD menandaskan tentang prioritas pada reformasi birokrasi, kata lain untuk transparansi dan kepercayaan pada kinerja dan manajemen pemerintahan daerah, juga pemberdayaan ekonomi dan supremasi hukum.

“Saya hadir sebagai energi baru generasi muda Ngada. Saya akan mewakili kerinduan dan harapan orang muda Ngada, generasi milenial Ngada terhadap politik yang bersih dan birokrasi yang semakin efektif,” ujarnya.

ASN-ASN terbaik, jelas GUD, harus bisa ditempatkan pada posisi-posisi pengambil kebijakan yang sesuai. “Rekrutmen dan promosi dilakukan dengan merit system. Pemberdayaan ekonomi akan berfokus pada pengembangan ekonomi daerah, terutama pertanian dan pariwisata”.

Sementara itu, supremasi hukum akan dilakukan dengan cara advokasi pada kebenaran semua masalah hukum di Ngada, terutama sengketa lahan dan perapihan Perda yang ada, tandas GUD.

GUD juga menegaskan niatnya untuk memberantas habis para benalu yang tidak pernah bosan mengisap darah dan keringat rakyat. Dia ingin bantu para petani kurang mampu dengan program oto gratis (bantuan kendaraan secara cuma cuma).

Selain itu, GUD ingin kembangkan angkutan air berbasis di Aimere, Maumbawa, dan Riung. “Industrialisasi dan kemandirian akan dikembangkan dalam semangat nilai-nilai lama yang baik. Kearifan lokal tetap akan dijaga bahkan digali,” ujar GUD.

GUD adalah salah satu tokoh inspiratif publik Ngada dan NTT di Jakarta, sosok yang intens mendukung kegiatan-kegiatan orang muda dan mahasiswa, sosok yang peduli dan giat memberi apresiasi juga dukungan finansial bagi kelompok-kelompok kreatif, disamping giat mengembangkan prestasi sepak bola generasi Ngada.

“Manusia menerima anugerah utuh. Hidup mesti tuntas berlanjut. Ketika engkau bangun setiap hari, rayakan seperti kelahiran baru; kesempatan baru untuk menjadi hebat lagi dan buatlah keputusan-keputusan besar untuk masa depan yang lebih gemilang.” (GUD for good).

—-

PROFIL GUD

Nama : Gregorius Upi Dheo
Asal : Puuboa, Ratogesa, Golewa.
Lahir : Bajawa, 27 Oktober 1977
Agama : Katholik
Isteri : Hellyn Ota
Anak-anak:
1. Paulus Jonathan Tuga
2. Maximus Jeyzco Pati Upi
3. Alexander Javiers Pasha

Pendidikan:
– SDK Ladja
– SD Inpres Baucau Timor-Timor
– SMPN 02 Viqueque
– SMAN 01 Viqueque
– Universitas Katolik Atma Jaya

Karier:
1. Law Firm Nindya and Accosiates
2. PT Bank Lippo
3. Bank CIMB Niaga
4. SKC Law

Organisasi:
1. PPMJ Pendiri
2. Ketua UKM Bola
3. FODIM (Forum Diskusi Ilmiah)
4. FAMRED (Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi)
5. AKKI (Assosiasi Kartu Kredit Indonesia)
6. PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia)
7. IPMI (Ikatan Pengusaha Muda Indonesia)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment