MillennialNews.id — Sejak terbentuknya Kabupaten Ngada pada 1958 silam, baru dua Bupati Ngada yang berkunjung ke Kampung Kedha, sebuah dusun di Desa Waewea, Kecamatan Bajawa Utara.

Bupati Ngada yang sudah mendatangi kampung tersebut adalah Bupati Yan Botha pada 1982 atau 38 tahun lalu, dan Bupati Paulus Soliwoa pada Rabu (15/7/2020).

Bupati Ngada Paulus Soliwoa melakukan kunjungan ke kampung yang berbatasan langsung dengan Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur tersebut, dalam rangka melakukan penanaman tanaman organik dan memberikan bantuan serta melihat dari dekat kegiatan di dusun tersebut.

Didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada Petrus Ngabi, Dandim 1625 Ngada Letkol Czi Luqman Nur Hakim, Asisten II Setda Kabupaten Ngada Heronimus Reba Watu dan sejumlah pemimpin perangkat daerah, Bupati Soliwoa bersama rombongan diterima secara adat.

Upacara penerimaan itu berupa pemotongan seekor ayam jantan dan dua ekor babi, diikuti dengan ungkapan adat oleh tokoh adat masyarakat setempat, Frans Lawe.

Di hadapan Bupati Ngada Soliwoa beserta rombongan, Maria Anjelina Meo, tokoh wanita Dusun Kedha mengatakan, Dusun Kedha adalah salah satu dusun terjauh di Desa Waewea.

Menurutnya, bupati dan rombongan berkenan mengunjungi Kelompok Tani Maywali di Dusun Kedha untuk memberi motivasi, petunjuk, dan arahan terkait usaha pertanian di wilayah itu.

“Hari ini menjadi catatan sejarah bagi kami di Dusun Kedha yang terpencil ini. Untuk pertama kali, kami dikunjungi oleh Bupati Ngada setelah 32 tahun lalu, untuk melihat secara langsung situasi di dusun ini,” kata Maria.

Maria juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Paket Mulus (Marianus dan Paulus, red) karena Bupati Marianus dan Paulus Bapa sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat Desa Waewea seperti jalan Waewea menuju Ngusu.

Pasalnya, setelah puluhan tahun tidak menikmati akses jalan, kini masyarakat dapat menikmati jalan yang bagus.

“Dulu kami ke Bajawa butuh waktu 5-6 jam. Kadang-kadang naik kuda. Kini jalan sudah mulus dan 1,5 jam sudah tiba di Bajawa. Dulu hanya ada bis kayu yang datang ke Ngulukedha, sekarang Avansa dan Inova sudah datang di kampung kami. Yang lebih membahagiakan hari ini Fortuner EB 1 bisa parkir di dusun Kedha,” katanya.

Kekurangan dalam Aneka Bidang

Maria pun mengharapkan agar perlu adanya kelanjutan kegiatan kunjungan tersebut karena Kedha belum menikmati secara layak pembangunan bidang listrik, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Maria meminta agar pemerintah memperhatikan juga jalan desa menuju Kampung Kedha sepanjang 1 kilometer dan Jalan Usaha Tani dari Dusun Kedha, juga lahan persawahan di belakang wilayah dusun, sekitar 100 meter lebih.

Untuk mengolah potensi lahan basah dan kering yang ada, masyarakat masih kurang memiliki peralatan pengolahan tanah seperti traktor 2 roda dan 4 roda, juga bimbingan teknis dan bantuan modal usaha peternakan, perikanan air tawar dan perkoperasian serta dukungan kegiatan hortikultura dalam skala yang lebih luas.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Petrus Ngabi, dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya juga sudah dipercayakan menjadi anggota DPRD Kabupaten Ngada tiga periode tetapi baru pertama kali datang ke Dusun Kedha.

Kehangatan masyarakat Dusun Kedha menerima rombongan bupati juga mencerminkan adanya kerinduan akan sentuhan pembangunan di dusun tersebut.

Wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Golewa Raya ini mengatakan bahwa sebagai dusun yang berada di wilayah terluar dan terpencil, Kedha perlu mendapat sentuhan pembangunan secara cepat dan sesuai kehidupan masyarakat.

Membangun dari Desa

Sementara itu, Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada di bawah kepemimpinannya yang melanjutkan perjuangan bersama mantan Bupati Ngada Marianus Sae memang berkomitmen untuk terus membangun dari desa.

Bupati Soliwoa menyadari bahwa Dusun Kedha bersama sejumlah dusun di beberapa desa di Kabupaten Ngada memang banyak yang harus diperhatikan.

Menurutnya, masyarakat Dusun Kedha begitu aktif walaupun jauh dari kota. Pemerintah tentu tidak tinggal diam, pasti akan memberikan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, untuk jalan desa dan jalan usaha tani ke kawasan Lewu Nguza di Dusun Kedha juga saluran iragasi akan menjadi perhatian dan mudah-mudahan dapat diperjuangkan pada sidang anggaran perubahan nanti.

“Saya bermimpi kalau memungkinkan, saya ingin lanjutkan program di Ngada dan semua harus mulai dari dari desa,” katanya.

Kepala Desa Waewea Mikael Lebo kepada mengatakan, ada 4 dusun di desa tersebut yakni Dusun Maghiana, Ngulu, Kedha, dan Dusun Dhao.

Dusun Kedha terdiri atas 15 KK dengan jumlah jiwa sekitar 127 jiwa. Wilayah Dusun Kedha merupakan daerah irigasi yang mempunyai potensi untuk pengembangan hortikultura, peternakan, dan pengembangan ikan air tawar. (florespos)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment