MillennialNews.id — Pemerintah Kabupaten Ngada kembali melakukan pengembangan bidara super setelah sebelumnya dilakukan di Lengkosambi, Kecamatan Riung dan Keligejo, Kecamatan Aimere pada 2017.

Tahun anggaran 2020, Pemkab kembali mengembangkan tanaman bidara di Rematapi Desa Bawarani Kecamatan Golewa Selatan dan diawali dengan penanaman perdana bibit Bidara oleh Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Jumat (17/7/2020).

Pengembangan dilakukan di lokasi lahan kelompok Reli Desa Bawarani, Kecamatan Golewa Selatan dengan luas lahan kurang lebih satu hektare.

Penanaman perdana tersebut diawali seremoni adat dan pemberkatan bibit bidara oleh Pastor Paroki Salvatoris Resurgentis Boba, Pater Tian Joyo SVD.

Pater Tian dalam khotbahnya mengajak para petani di Desa Bawarani untuk memiliki visi dan misi yang jelas dalam bertani agar memperoleh hasil panenan yang baik.

“Pengembangan bidara ini tentu akan bermanfaat dalam memberdayakan masyarakat khususnya petani dalam meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Anggota Kelompok Tani Reli, Hermanus Paga, dalam laporannya mengatakan sebelum dijadikan lahan budidaya bidara pada beberapa waktu lalu lokasi tersebut pernah diolah untuk tanaman padi, jagung dan kacang-kacangan, tetapi kurang berhasil.

“Karena kurang berhasil, lahan ini kemudian diolah untuk pengembangan tanaman kelapa, pisang dan mente yang hasilnya juga kurang memuaskan,” katanya.

Menurutnya, tahun 2020, Kelompok Reli dibantu dan didampingi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada untuk budidaya tanaman bidara.

“Kelompok sudah mulai kegiatan pengolahan lahan sejak tiga bulan lalu sampai dengan tanam perdana,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Ngada, Peterus Ngabi, mengatakan bahwa banyak kelompok usaha di masyarakat yang telah berkembang baik bidang pertanian, perkebunan, kelautan, perkoperasian maupun bidang usaha lain.

“Bantuan diberikan untuk merangsang hasil produksi yang besar. Jangan pernah lupa untuk memikirkan strategi peningkatan sumber daya manusia karena peningkatan produksi hanya dapat tercapai jika terdapat tenaga yang terampil dalam mengelolanya,” katanya.

Fokus pada Pertanian dan Pariwisata

Sementara itu, Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan, fokus pembangunan ke depan akan bergeser pada bidang pertanian dan pariwisata.

Salah satu kebijakan pembangunan bidang pertanian subbidang hortikultura adalah pengembangan budidaya bidara yang telah dilakukan sejak 2017 lalu.

“Buah bidara telah dikembangkan di Ngada sejak tahun 2017. Buah ini sangat spesifik karena dikembangkan hanya di dua tempat, yakni Buleleng dan Ngada. Di Buleleng, buah ini disebut bekul,” katanya.

Kelompok Reli diharapkan serius mengelola tanaman ini karena bisa berikan pendapatan besar. Dalam budidaya tanaman ini, dinas teknis Pemda Ngada akan terus mendampingi kelompok tani.

“Kalau berhasil, Pemkab Ngada akan cari lahan lain untuk kembangkan tanaman ini. Ini wujud komitmen pemerintah daerah untuk mulai fokus pada bidang pertanian dan pariwisata,” pungkasnya. (florespos)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment