BAJAWA, MillennialNews.id — Sekolah Tinggi Pertanian-Flores Bajawa (STIPER-FB) asuhan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda), resmi berdiri usai dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nomor: 517/m/2020 tentang Izin Pendirian STIPER-FB.

Bupati Ngada, Paulus Soliwoa mengatakan bahwa dengan adanya SK dari Mendikbud RI tersebut, maka hal itu merupakan sebuah kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Ngada meski di tengah pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, sebelumnya ada STKIP Citra Bakti Ngada di Malanuza, Kecamatan Golewa dan Kampus Undana II Bajawa yang akhirnya ditutup.

“Pemerintah Kabupaten Ngada memberikan apresiasi kepada Tim Kerja Pendirian STIPER-FB dan Yasukda atas keberhasilan yang gemilang ini,” ungkap Bupati Ngada, Senin (18/5/2020) seperti dilansir florespos.co.id

Bupati Ngada juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Uskup Agung Ende, yang memberikan dukungan bagi hadirnya Kampus STIPER-FB di Kabupaten Ngada.

Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan kerja sama yang baik antara Pemerintah dan Gereja.

Kepada masyarakat Kabupaten Ngada terutama orang tua yang anaknya baru menyelesaikan pendidikan SMA atau sederajat, Bupati menghimbau untuk bisa mendaftar di kampus baru ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa sebagai pimpinan DPRD Ngada, pihaknya mendukung langkah Pemerintah dan Yasukda Ngada terkait pendirian kampus STIPER-FB tersebut.

“Tentunya kita melihat track record Yasukda yang sudah satu abad menangani pendidikan di Kabupaten Ngada dengan ratusan sekolah pendukungnya. Kampus baru ini tentu menjawabi kerinduan masyarakat Ngada untuk meningkatkan pendidikan di wilayah ini pada khususnya dan di NTT pada umumnya,” katanya.

Ia berharap dengan hadirnya STIPER-FB ini, pada saatnya nanti akan muncul tenaga-tenaga ahli dan profesional di bidang pertanian untuk membangun Ngada dan NTT.

Sementara itu, Ketua Panitia Pendirian STIPER-FB, Dr. Niko Noy Wuli mengatakan bahwa karena kerja-kerja kemanusiaan untuk menghadirkan lembaga pendidikan tinggi ini, akhirnya kerinduan masyarakat bisa terwujud meski di tengah pandemi Covid-19.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kepada panitia, Yasukda dan Pemda Ngada yang bekerja keras sehingga kampus ini bisa terwujud melalui SK Mendikbud RI.

“STIPER-FB hadir sebagai laboratorium peradaban masyarakat agraris melalui program sarjana prodi agroteknologi dan peternakan yang didesain melalui perpaduan kurikulum berbasis iptek dan vokasi, dikelola oleh SDM Doktor dan Magister, dengan prinsip good university governance yang humanis dan berkarakter Nusa Tenggara,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Pendaftaran akan dibuka sejak 1 Juni 2020 dan akan memulai perkuliahan pada Agustus 2020 mendatang. Meski demikian, kepastian kuliahnya akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19.

Ia juga menerangkan bahwa perkuliahan akan dilaksanakan di Kampus Bajawa dan Kampus Turekisa. Sedangkan laboratorium terpadu akan menggunakan SMA Regina Pacis Bajawa, Seminari Mataloko, Kebun Misi Malanuza dan Wulabhara.

“Saat ini, kami sedang menyiapkan brosur untuk promosi dan sistem pendaftaran online penerimaan mahasiswa baru STIPER-FB,” tutupnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment